Magister Teknologi Pendidikan dan Curriculum Mapping: Memetakan Sumber Daya Digital ke dalam Elemen Kurikulum.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 27 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin fungsi Curriculum Mapping strategis, yaitu proses sistematis untuk secara jelas memetakan setiap sumber daya digital (modul e-learning, simulasi Artificial Intelligence/AI, OER) ke dalam elemen kurikulum, tujuan pembelajaran, dan assessment yang spesifik. Tugas ini memastikan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Peran ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Proses pemetaan ini sangat bergantung pada infrastruktur digital (SDG 9). Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang platform pemetaan dinamis (seperti sistem metadata yang terintegrasi LMS) yang menggantikan spreadsheet statis, menjamin bahwa kurikulum dapat dicari dan diperbarui secara real-time.
Pemetaan memungkinkan analisis kesenjangan konten. Data dari peta menunjukkan secara visual di mana sumber daya digital untuk suatu topik (misalnya, biologi tingkat lanjut) kurang memadai, memicu alokasi dana yang tepat untuk pengadaan atau penciptaan konten baru.
Pemetaan menjamin ekuitas dalam akses sumber daya (SDG 10). Dengan adanya peta resmi, setiap guru dan siswa di institusi dapat mengakses sumber daya digital yang sama untuk tujuan pembelajaran yang sama, mencegah penyebaran sumber daya yang tidak merata.
Pemetaan memberdayakan guru (SDG 4c). Guru dapat dengan cepat mengidentifikasi sumber daya yang divalidasi pedagogis (misalnya, micro-learning AI adaptif) untuk unit pelajaran tertentu, secara signifikan mengurangi waktu perencanaan dan pencarian konten.
Etika dan integritas konten dipertahankan melalui pemetaan. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa hanya sumber daya yang telah diverifikasi lisensinya (misalnya, Creative Commons) dan sesuai standar etika yang dimasukkan ke dalam peta kurikulum resmi. Hal ini mendukung SDG 16: Peace, Justice, Strong Institutions.
Pemetaan harus mengintegrasikan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa tujuan pembelajaran terkait global citizenship secara eksplisit ditautkan ke sumber daya digital yang relevan (misalnya, dataset lingkungan). Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Pemetaan memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan menautkan sumber daya ke Learning Analytics, M.Pd.T. dapat mengukur sumber mana yang paling efektif dan menghilangkan sumber yang tidak efisien. Efisiensi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Pemetaan kurikulum digital memfasilitasi kolaborasi (SDG 17). Institusi dapat dengan mudah berbagi peta kurikulum dan sumber daya EdTech dengan mitra internasional, mempermudah adaptasi konten dan benchmarking.
Pada akhirnya, peran lulusan Magister Teknologi Pendidikan adalah menciptakan kerangka kerja yang menjadikan kurikulum digital terukur, berkelanjutan, dan adaptif, menjamin bahwa setiap investasi teknologi memberikan dampak pedagogis yang maksimal.