Magister Teknologi Pendidikan dalam Ecosystem Building: Menghubungkan Lembaga Pendidikan dengan Industri EdTech.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan bertindak sebagai penghubung utama (liaison) yang esensial, menjembatani kebutuhan pedagogis institusi pendidikan dengan kecepatan inovasi dan kapabilitas produk dari industri Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Pendidikan (EdTech). Mereka memastikan bahwa solusi teknologi yang diadopsi didorong oleh kebutuhan akademik, bukan tren pasar semata. Peran kemitraan ini secara fundamental mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Mereka memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian kebutuhan yang canggih, menerjemahkan tantangan pembelajaran yang kompleks menjadi spesifikasi teknis yang jelas bagi pengembang EdTech. Kemampuan ini menjamin bahwa produk yang dibuat sesuai dengan tujuan pendidikan berkualitas. Hal ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan berfungsi sebagai validator dan pendorong inovasi. Mereka membantu institusi (atau startup EdTech) menilai kelayakan pedagogis dan skalabilitas produk AI, menarik investasi yang diperlukan untuk pertumbuhan inovasi. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Mereka memainkan peran krusial dalam tata kelola data dan negosiasi etika. Lulusan menyusun perjanjian data sharing yang ketat dengan vendor, memastikan proxy dan protokol keamanan melindungi Informasi Identitas Pribadi (PII) siswa dan menjaga integritas institusional. Hal ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Lulusan memimpin kebijakan pengadaan yang berorientasi ekuitas, memastikan bahwa kontrak vendor mencakup ketentuan untuk akses bersubsidi atau gratis ke alat AI canggih bagi siswa dari sekolah-sekolah beranggaran rendah. Ini adalah kunci untuk mengurangi disparitas akses. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Mereka menjamin relevansi kurikulum dengan industri. Lulusan membawa kembali wawasan tentang permintaan keterampilan terbaru dari industri (misalnya, data science atau etika AI) untuk memastikan kurikulum akademik Magister Teknologi Pendidikan tetap mutakhir. Hal ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Mereka memimpin program pelatihan guru untuk mengadopsi alat EdTech baru secara mulus. Lulusan merancang onboarding yang ditargetkan, memastikan bahwa modal manusia (guru) siap untuk mengimplementasikan teknologi secara efektif dan efisien. Peningkatan kapasitas guru ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Lulusan mendorong pengembangan produk EdTech yang berfokus pada dampak sosial dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), memastikan bahwa inovasi melayani kebutuhan masyarakat secara luas (misalnya, alat AI untuk pendidikan iklim atau kesehatan masyarakat). Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Mereka mengelola risiko implementasi dengan memimpin program pilot yang terstruktur. Lulusan menggunakan AI analitik untuk mengukur ROI dan efektivitas produk sebelum peluncuran skala besar, memastikan keputusan didorong oleh bukti, bukan hype.
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan ekosistem EdTech yang dihasilkan dari kolaborasi publik-swasta bersifat etis, berkelanjutan secara finansial, dan langsung responsif terhadap misi sosial pendidikan. Kemitraan ini membantu institusi mencapai tujuan holistik.