Kurikulum yang Diperkaya Big Data: Magister Teknologi Pendidikan Mengajarkan Siswa Menganalisis dan Memanfaatkan Set Data Besar.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 27 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin integrasi kurikulum yang diperkaya Big Data, mengajarkan siswa keterampilan penting untuk menganalisis, menginterpretasi, dan memanfaatkan set data besar yang dihasilkan oleh dunia digital. Kurikulum ini mentransformasi pendidikan dari pembelajaran faktual menjadi penguasaan analisis. Hal ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Kurikulum harus menekankan literasi data, querying, dan visualisasi. Siswa diajarkan cara menggunakan alat perangkat lunak (seperti Python atau R) untuk membersihkan, mengelola, dan memvisualisasikan Big Data secara efisien, yang merupakan keterampilan teknis inti. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Etika data (SDG 16) adalah landasan. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan kurikulum mengajarkan tanggung jawab atas data, perlindungan Informasi Identitas Pribadi (PII), dan bahaya bias algoritmik yang tertanam dalam set data besar.
Analisis ekuitas adalah fokus utama. Kurikulum menggunakan Big Data untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan prestasi antara kelompok sosio-ekonomi atau regional, memungkinkan siswa untuk merancang solusi yang didorong oleh bukti untuk ketidaksetaraan. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Siswa belajar bagaimana model prediktif Artificial Intelligence (AI) dibangun dan digunakan untuk meramalkan hasil (misalnya, risiko drop-out). Kurikulum harus mengajarkan keunggulan dan keterbatasan model-model ini.
Relevansi global (SDG 4.7) ditingkatkan. Kurikulum menggunakan set data real-time global (laporan PBB, metrik iklim) untuk analisis, menjadikan pembelajaran tentang Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai latihan pemecahan masalah yang otentik.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan penguatan kapasitas guru (SDG 4c). Guru dilatih untuk membaca dashboard analitik data yang kompleks, memungkinkan mereka membuat keputusan instruksional yang berbasis bukti di kelas.
Kesiapan angkatan kerja (SDG 8) ditingkatkan. Kemampuan untuk mengelola, menganalisis, dan mengomunikasikan wawasan dari Big Data adalah keterampilan bernilai tinggi yang diincar oleh semua sektor ekonomi modern.
Kritik data adalah esensial. Kurikulum harus menanamkan pemahaman bahwa data tidak netral, melatih siswa untuk mengkritisi sumber data dan metodologi pengumpulan yang digunakan untuk menarik kesimpulan.
Pada akhirnya, peran lulusan Magister Teknologi Pendidikan adalah menciptakan sistem pendidikan yang didorong oleh bukti, di mana data Big Data digunakan secara etis dan strategis untuk perbaikan berkelanjutan, memfasilitasi kemitraan (SDG 17) global dalam riset.