Kurasi Cerdas: Menggunakan ChatGPT untuk Menyusun Daftar Putar YouTube Edukatif.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Kurasi video edukasi di YouTube adalah tugas berat bagi guru. Volume konten masif, kualitasnya bervariasi, dan menemukan materi yang secara pedagogis selaras dengan kurikulum adalah pekerjaan yang memakan waktu. Kecerdasan Buatan (AI) Generatif, khususnya ChatGPT, mengatasi tantangan ini dengan berfungsi sebagai "Asisten Kurator" cerdas yang mampu menyaring dan menyusun konten menjadi Daftar Putar (Playlist) yang terstruktur.
Metode ini dimulai dengan Analisis Niat dan Kebutuhan Kurikulum. Guru tidak hanya mengetik kata kunci. Guru memberi prompt yang spesifik kepada ChatGPT: "Bertindak sebagai Desainer Kurikulum. Buatkan saya daftar putar (playlist) video YouTube untuk siswa kelas 8 tentang [Topik] selama 3 jam pembelajaran. Video harus memiliki durasi rata-rata di bawah 10 menit." ChatGPT memproses permintaan ini berdasarkan struktur dan batasan waktu.
ChatGPT kemudian beralih ke fase Pencarian dan Penyaringan Kualitas Cerdas. AI tidak memilih video terpopuler; ia memprioritaskan video yang memiliki sinyal kredibilitas tinggi, seperti channel edukasi terverifikasi, video yang menyertakan sumber referensi, atau yang menggunakan tone akademik yang sesuai. AI secara otomatis membuang konten yang terlalu sensasional, clickbait, atau yang hanya didesain untuk hiburan.
Nilai tambah terbesar AI adalah Struktur Pedagogis Otomatis. ChatGPT tidak hanya memberikan daftar video. AI mengatur video tersebut dalam urutan yang logis: (1) Video 'Konsep Dasar', (2) Video 'Aplikasi dan Contoh Kasus', (3) Video 'Ringkasan dan Pengujian'. Struktur sekuensial ini memandu alur belajar siswa dari pemahaman dasar hingga sintesis.
Penciptaan Anotasi dan Konteks Wajib adalah tugas esensial AI. Untuk setiap video dalam daftar putar, ChatGPT dapat menghasilkan ringkasan singkat 2-3 kalimat. Anotasi ini memberi tahu siswa apa tujuan spesifik setiap video, mencegah mereka menonton secara pasif. Ini mengubah daftar putar dari sekadar tautan menjadi modul belajar yang terpadu.
Selain ringkasan, AI menghasilkan Pertanyaan Kritis yang Ditargetkan. Untuk setiap video, ChatGPT dapat membuat 3–5 pertanyaan pemantik yang mendorong active learning. Pertanyaan-pertanyaan ini ditempatkan di deskripsi daftar putar, mengubah tontonan video menjadi tugas yang harus dijawab atau didiskusikan oleh siswa.
Guru kemudian beralih ke peran Validator Konten Akhir. Guru meninjau daftar putar yang disusun AI, memverifikasi beberapa klip kunci, dan menambahkan sentuhan personal. Tugas guru bergeser dari mencari video menjadi menyetujui dan memoles konten yang sudah dikurasi AI, menghemat waktu yang signifikan.
Penyelarasan dengan Tugas Akademik juga diotomatisasi. Daftar putar yang disusun ChatGPT dapat menjadi sumber utama untuk Proyek Berbasis Masalah (PBL). Guru dapat menugaskan siswa untuk membuat output kreatif berdasarkan salah satu video di daftar putar yang telah diorganisir AI.
Distribusi daftar putar yang telah diatur ChatGPT sangat mudah. Tautan tunggal ke playlist YouTube dibagikan kepada siswa melalui Gmail, Google Classroom, atau WhatsApp Web. Hal ini menjamin bahwa semua siswa mengakses materi yang sama, dalam urutan yang benar, dengan instruksi yang seragam.
Kesimpulan
ChatGPT telah menjadi alat yang sangat diperlukan untuk kurasi konten YouTube EdTech. AI mengotomatisasi pekerjaan organisasi, penyaringan kualitas, dan penambahan konteks pedagogis, yang secara kolektif menghasilkan Daftar Putar Edukatif yang terstruktur, logis, dan actionable. Ini adalah demonstrasi nyata bagaimana AI mempercepat produktivitas guru, mengubah mereka menjadi arsitek konten yang sangat efisien.