Kesiapan Institusi: Mengukur Tingkat Adaptasi Sekolah terhadap Transformasi Pendidikan Digital.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Kesiapan Institusi: Mengukur Tingkat Adaptasi Sekolah terhadap Transformasi Pendidikan Digital.
Mengukur tingkat adaptasi sekolah terhadap transformasi pendidikan digital memerlukan serangkaian metrik yang komprehensif, dimulai dengan Kesiapan Infrastruktur. Ini meliputi penilaian kapasitas jaringan, keandalan proxy server, ketersediaan bandwidth yang memadai untuk alat cloud AI, dan rasio perangkat per siswa. Fondasi teknis yang kokoh ini adalah prasyarat untuk inovasi, secara fundamental mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Metrik kedua adalah Tata Kelola dan Kebijakan Digital. Institusi harus diukur berdasarkan kejelasan, ketegasan, dan penegakan kebijakan penggunaan Artificial Intelligence (AI), perlindungan Informasi Identitas Pribadi (PII), dan protokol keamanan siber. Tata kelola yang kuat ini menjamin implementasi yang etis, sejalan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Kompetensi dan Pelatihan Guru adalah metrik kesiapan manusia. Ini mengukur persentase guru yang telah menerima pelatihan mendalam tentang literasi AI, data-driven pedagogy, dan interpretasi data diagnostik siswa yang dihasilkan oleh sistem EdTech. Kesiapan guru yang tinggi ini sangat penting untuk mencapai tujuan SDG 4c.
Metrik selanjutnya adalah Adaptasi Kurikulum dan Relevansi Konten. Sekolah harus menunjukkan bahwa kurikulum telah direvisi untuk mengintegrasikan AI sebagai alat pembelajaran dan bahwa materi pelajaran mencakup isu-isu global dan kewarganegaraan digital. Kemampuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan isu masa depan ini mendukung SDG 4.7.
Alokasi Sumber Daya Finansial yang Berkelanjutan adalah metrik penting. Ini mengukur seberapa besar anggaran operasional yang dialokasikan untuk pemeliharaan teknologi, lisensi software, dan dukungan teknis. Model finansial yang berkelanjutan memastikan bahwa transformasi digital tidak terhenti. Pengelolaan sumber daya yang efisien ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Indeks Akses dan Ekuitas adalah metrik yang mengukur seberapa merata akses ke alat AI dan perangkat keras di seluruh demografi siswa, termasuk siswa berpenghasilan rendah, siswa di daerah pedesaan, atau siswa dengan kebutuhan khusus. Kesiapan harus memastikan teknologi digunakan untuk menjembatani, bukan memperlebar, kesenjangan, secara langsung mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Metrik Pemanfaatan dan Analisis Data menilai kemampuan sekolah untuk mengumpulkan log pembelajaran (melalui proxy dan LMS), menganalisisnya menggunakan AI, dan mengubah wawasan tersebut menjadi intervensi pedagogis yang ditargetkan untuk meningkatkan hasil belajar.
Visi dan Komitmen Kepemimpinan diukur dari seberapa proaktif manajemen sekolah dalam mendorong adopsi teknologi, memberikan dukungan kepada guru, dan menciptakan budaya yang menerima risiko inovasi yang terukur. Kepemimpinan yang kuat sangat penting untuk menggerakkan perubahan.
Literasi Digital Siswa diukur melalui kemampuan mereka dalam menggunakan alat-alat digital, memahami prompt engineering, dan mempraktikkan keamanan online. Kesiapan siswa yang tinggi memastikan bahwa investasi teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal.Kemitraan Eksternal dan Kolaborasi adalah metrik yang mengukur hubungan institusi dengan universitas, penyedia EdTech, atau sekolah lain untuk berbagi intelijen keamanan, sumber daya, dan praktik terbaik dalam implementasi AI. Kolaborasi ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.