Inovasi Penilaian Digital: Merancang Ujian Online yang Valid, Reliabel, dan Aman.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Inovasi Penilaian Digital bertujuan untuk menjamin ujian online memiliki validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur) dan reliabilitas (konsistensi hasil) yang setara atau lebih tinggi dari ujian tradisional. Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk merancang item ujian yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan aplikasi, bukan hanya ingatan, memastikan kualitas hasil pendidikan. Hal ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Validitas konstruk ditingkatkan dengan AI, yang dapat menganalisis data respons siswa secara massal untuk menguji apakah item-item ujian berfungsi sebagaimana dimaksudkan dan mengidentifikasi bias. Alat AI, seperti Item Response Theory (IRT), digunakan untuk mengkalibrasi soal secara presisi, sehingga meningkatkan reliabilitas pengujian.
Lapisan Keamanan dan Integritas
Keamanan ujian bergantung pada strategi multi-lapisan. Inovasi mencakup penggunaan AI proctoring (analisis perilaku wajah, mata, dan keystroke dynamics) yang diperkuat oleh kontrol jaringan. Proxy server memblokir akses ke layanan AI generatif (seperti ChatGPT) atau situs berbagi jawaban selama periode ujian. Penguatan integritas ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Ekuitas dalam keamanan adalah pertimbangan etika. Sistem harus dirancang agar langkah-langkah pengamanan (seperti proctoring atau pembatasan bandwidth) tidak secara tidak adil menghukum siswa yang memiliki koneksi internet tidak stabil atau perangkat keras lama. Desain yang inklusif ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Tata kelola data dalam penilaian sangat penting. Lulusan Teknologi Pendidikan harus memastikan protokol yang ketat untuk mengenkripsi dan melindungi data sensitif siswa (PII), termasuk log proctoring dan hasil ujian, dari ancaman siber.
Peran Guru dan Kurikulum
Penilaian digital memungkinkan pergeseran dari ujian high-stakes tunggal ke penilaian adaptif berkelanjutan (Continuous Assessment). AI memberikan umpan balik real-time kepada siswa, mengubah penilaian menjadi alat pengajaran dan panduan, yang mengurangi tekanan akademik.
Peningkatan kompetensi guru (SDG 4c) difokuskan pada analisis data psikometrik dan laporan anomali yang dihasilkan AI. Guru dilatih untuk memvalidasi item ujian dan menggunakan data untuk memperbaiki desain pertanyaan di masa depan.
Ujian harus menyelaraskan kurikulum dengan isu global. Inovasi penilaian berfokus pada pengujian kemampuan siswa menerapkan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah kompleks terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (misalnya, menganalisis kelayakan proyek energi hijau). Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Sistem penilaian yang valid, reliabel, dan aman memastikan kredensial akademik yang dikeluarkan memiliki nilai nyata. Hal ini secara langsung meningkatkan kepercayaan pasar kerja terhadap kompetensi lulusan dan mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Pada akhirnya, inovasi dalam penilaian digital, yang didukung oleh analisis AI dan pengamanan jaringan, membangun sistem pendidikan yang tangguh, etis, dan mampu memberikan bukti kompetensi yang tepercaya di era digital. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang kuat.