Idealisme dan Pembelajaran Jarak Jauh: Implementasi Cita-Cita Ideal dalam Desain Kelas Virtual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Filsafat Idealisme berpendapat bahwa realitas tertinggi adalah mental dan spiritual, sehingga Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyediakan ruang non-material yang ideal untuk mengejar "bentuk sempurna" pengetahuan (kebenaran, kebaikan, keindahan). Desain kelas virtual difokuskan untuk mencapai keunggulan intelektual dan moral. Hal ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Kurikulum PJJ yang idealis memprioritaskan studi tentang gagasan abadi, filsafat, dan penalaran etika, menggunakan diskusi Sokratik virtual dan seminar. Penilaian difokuskan pada kualitas pemikiran dan konsistensi penalaran moral, bukan pada keterampilan teknis praktis.
Platform virtual (VR, Metaverse) memungkinkan pendidik menciptakan model pembelajaran yang sempurna dan tidak tercemar, seperti simulasi ilmiah yang bebas dari error fisik atau rekonstruksi sejarah yang ideal, yang tidak mungkin dicapai di dunia materi. Hal ini mendorong inovasi. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Peran guru (SDG 4c) dalam PJJ idealis adalah sebagai teladan moral dan panduan etika, menggunakan waktu yang dibebaskan oleh otomatisasi (AI) untuk membimbing siswa dalam pencarian kebenaran dan nilai-nilai moral.
PJJ idealis memperluas ekuitas dalam akses intelektual. Teknologi memungkinkan akses universal dan berbiaya rendah ke sumber daya filosofis dan sastra terhebat dunia, menghilangkan hambatan fisik yang membatasi akses pengetahuan yang berharga. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Desain pembelajaran harus mendukung aktualisasi diri dan pertumbuhan karakter siswa. PJJ idealis mendorong refleksi mendalam, jurnal digital, dan dialog kritis yang membantu siswa menyelaraskan diri mereka dengan nilai-nilai yang ideal. Hal ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being.
Tata kelola etika pada platform PJJ harus ketat. Idealism menuntut bahwa lingkungan belajar virtual harus mencerminkan nilai-nilai moral yang ideal, dengan kebijakan yang transparan dan menjamin integritas data serta kejujuran akademik. Hal ini mendukung SDG 16: Peace, Justice, Strong Institutions.
Kurikulum menggunakan dilema etika terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai titik fokus utama. Siswa berdebat dalam forum virtual tentang tanggung jawab global, misalnya, memecahkan masalah keadilan iklim dengan menerapkan prinsip-prinsip moral universal. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Dalam pandangan idealisme, pengetahuan yang diperoleh melalui akal dan refleksi adalah yang paling berharga. PJJ harus dirancang untuk memprioritaskan pemikiran mendalam dan analisis, bukan hanya kecepatan dan efisiensi.
Pada akhirnya, Idealisme memastikan bahwa desain PJJ berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang abadi dan tujuan moral. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk mencapai keunggulan intelektual yang berkelanjutan. Hal ini mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals.