Gemini dan ChatGPT: Mitra Diskusi Siswa: Mendorong Pemikiran Kritis di Luar Jam Pelajaran WA Web.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 4 Nopember 2025 - AI Generatif seperti Gemini dan ChatGPT tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu akademik; mereka dapat diubah menjadi Mitra Diskusi Siswa (Student Discussion Partners) yang mendorong pemikiran kritis di luar batas ruang kelas fisik dan di luar jam pelajaran resmi WhatsApp Web (WA Web). Ini mengatasi masalah bahwa pemikiran kritis seringkali terhambat oleh keterbatasan waktu kelas atau rasa malu siswa untuk bertanya di depan umum.
1. Peran AI: Fasilitator Pemikiran Kritis Asinkron
AI berfungsi sebagai mitra dialog yang tidak menghakimi, yang bersedia "berdebat" atau "menantang" asumsi siswa secara individual.
Penantang Asumsi (Challenger): Siswa dapat memasukkan argumen mereka untuk tugas esai ke dalam AI (Gemini atau ChatGPT). Siswa tidak meminta AI untuk menulis esai; mereka meminta AI untuk mengkritik esai mereka.
Prompt Siswa: "Ini adalah argumen tesis saya: [Argumen]. Bertindak sebagai 'Advokat Iblis' dan tuliskan 3 argumen tandingan (counter-arguments) yang paling kuat untuk membantah tesis saya."
Penyedia Perspektif Alternatif: AI dapat membantu siswa melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
Prompt Siswa: "Jelaskan dampak Perang Dingin dari perspektif [Negara X] dan perspektif [Negara Y]." (Memanfaatkan kemampuan Gemini untuk akses real-time dan koneksi data yang luas).
Klarifikasi Mendalam: Jika siswa membaca suatu konsep yang membingungkan, mereka dapat meminta AI untuk menggali lebih dalam.
Prompt Siswa: "Jelaskan mengapa Hukum [X] bertentangan dengan prinsip [Y], dan berikan sebuah studi kasus nyata di mana kedua hukum ini berkonflik."
2. Alur Kerja Diskusi Asinkron di Luar WA Web
Meskipun WA Web adalah saluran komunikasi utama, diskusi kritis dengan AI sering terjadi secara privat dan asinkron.
Pemicu Diskusi (WA Web): Guru mem-posting materi (Microlearning, studi kasus) ke grup WA Web selama jam pelajaran.
Proses Kognitif (Private/AI): Setelah kelas berakhir, siswa berinteraksi dengan AI secara individu. Siswa menggunakan output tantangan dari AI (misalnya, counter-arguments) sebagai dasar untuk memperkuat esai mereka atau sebagai bekal untuk diskusi grup WA Web berikutnya.
Memanfaatkan Scaffolding: Siswa yang merasa malu bertanya di grup WA Web (karena takut terlihat bodoh) dapat menggunakan AI secara privat untuk menutup gap pengetahuan dasar mereka terlebih dahulu, sehingga mereka dapat berpartisipasi dengan lebih percaya diri di grup.
3. Integrasi Kembali ke Komunitas (WA Web)
Hasil dari pemikiran kritis yang diasah AI harus kembali ke komunitas WA Web.
Penguatan Argumen: Siswa mem-posting argumen yang lebih kuat dan terverifikasi ke grup WA Web. Kualitas diskusi grup meningkat karena setiap anggota telah didukung oleh asisten berpikir canggih.
Jurnal Refleksi: Guru dapat memberikan tugas refleksi melalui PM WA Web: "Bagian mana dari argumen Anda yang berhasil dibantah oleh AI? Apa yang Anda pelajari dari kritikan itu?"
Kesimpulan
Menggunakan Gemini dan ChatGPT sebagai mitra diskusi adalah cara ampuh untuk mendorong pemikiran kritis. AI berfungsi sebagai Advokat Iblis yang sabar dan pustaka pengetahuan yang instan. Ini memungkinkan siswa melatih argumen mereka dalam lingkungan yang aman dan tanpa penghakiman di luar jam kelas, dengan WA Web bertindak sebagai saluran delivery dan final output untuk argumen yang telah diasah oleh AI.