Feedback Otomatis untuk Tugas EdTech: ChatGPT Memberi Umpan Balik Teks, Canva Memberi Koreksi Visual pada Presentasi.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Memberikan umpan balik yang konstruktif dan tepat waktu untuk setiap siswa adalah tugas paling memakan waktu bagi guru. Di era EdTech, di mana siswa menyerahkan esai, presentasi, atau proyek video, umpan balik harus efisien dan multidimensi. Strategi ini mengintegrasikan ChatGPT untuk mengotomatisasi umpan balik naratif/teks dan Canva untuk memberikan koreksi visual yang spesifik pada presentasi, menciptakan sistem umpan balik yang komprehensif.
Proses ini dimulai dengan Pengumpulan Tugas yang Terstruktur. Siswa menyerahkan proyek mereka—misalnya, esai (sebagai teks) dan slide deck (sebagai file Canva atau PDF). Tugas harus diserahkan dalam format yang mudah diproses oleh AI.
Umpan Balik Teks Otomatis (ChatGPT) adalah langkah pertama. Guru mengambil esai atau naskah yang diserahkan siswa dan mengumpankannya ke AI Generatif. Guru menggunakan prompt yang terstruktur: "Berikan umpan balik pada esai ini, fokus pada logika argumen, kejelasan sintaksis, dan verifikasi silang 3 klaim utama. Berikan umpan balik yang bersifat growth-mindset." ChatGPT menghasilkan draf umpan balik naratif yang cepat.
Personalisasi Umpan Balik AI tetap menjadi peran guru. Draf umpan balik dari ChatGPT harus diulas oleh guru. Guru harus mempersonalisasi umpan balik tersebut dengan menambahkan sentuhan manusiawi (misalnya, pujian spesifik tentang ide unik atau tautan ke sumber daya perbaikan yang relevan). Tugas guru bergeser dari menulis draft menjadi editing dan penyesuaian umpan balik.
Umpan Balik Visual Kritis (Canva) adalah inovasi penting. Guru mengambil slide deck presentasi yang diserahkan siswa (yang dibuat di Canva). Guru dapat menggunakan fitur anotasi atau mark-up pada Canva itu sendiri untuk secara visual menunjukkan area yang perlu diperbaiki: (1) Koreksi Desain: Menarik lingkaran di sekitar font yang sulit dibaca atau skema warna yang buruk. (2) Koreksi Visualisasi Data: Mengubah diagram yang salah menjadi representasi yang lebih akurat.
Penyisipan Feedback Card di Canva. Guru dapat membuat feedback card (yang dirancang secara konsisten) di Canva, mencantumkan umpan balik naratif dari ChatGPT dan mengarahkannya ke slide tertentu. Misalnya, card bertuliskan: "ARGUMEN LEMAH: Lihat Slide 5, perbaiki logika kausalitas di sini." Ini membuat umpan balik dapat ditindaklanjuti.
Pengiriman Umpan Balik Terpadu dilakukan melalui email (Gmail) atau pesan pribadi (WA Web). Siswa menerima satu paket: (1) Umpan Balik Teks Naratif (dibuat ChatGPT, dipersonalisasi guru). (2) Slide Deck yang sudah dianotasi secara visual oleh guru (Canva).
Siklus Revisi yang Efisien. Umpan balik yang spesifik dan visual membuat proses revisi siswa lebih cepat. Siswa tidak perlu menebak-nebak apa yang salah; mereka melihat koreksi visual secara langsung pada slide mereka, yang memimpin ke perbaikan yang lebih efektif.
Pelatihan Literasi AI Kritis. Dalam proses ini, guru melatih siswa tentang bagaimana mereka harus menggunakan AI. Guru menilai apakah umpan balik AI digunakan siswa untuk meningkatkan kualitas argumen mereka, atau hanya untuk mengulang pekerjaan yang sama.
Kesimpulan
Sistem Umpan Balik Otomatis ini mengintegrasikan kecerdasan AI dalam proses penilaian. ChatGPT mengotomatisasi umpan balik naratif yang berfokus pada logika dan sintaksis. Canva memfasilitasi koreksi visual yang presisi dan actionable pada elemen presentasi. Sinergi ini secara signifikan mengurangi beban kerja guru sambil memastikan siswa menerima umpan balik yang cepat, komprehensif, dan mudah dipahami, mendorong siklus pembelajaran yang efektif.