EdTech untuk Siswa Visual: Memaksimalkan Sumber Daya Video Pendek dan Desain Grafis Canva.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Siswa visual adalah pembelajar yang memproses informasi paling efektif melalui gambar, diagram, dan representasi spasial. Dalam Teknologi Pendidikan (EdTech) modern, guru harus bergerak melampaui ceramah berbasis teks dan mengadopsi strategi yang didominasi visual. Mengintegrasikan video pendek (ssstiktok/YouTube Shorts) dan alat desain grafis Canva menciptakan lingkungan belajar yang ideal dan sangat inklusif bagi pembelajar visual.
Strategi ini dimulai dengan Prioritas Konten Visual Dinamis. Guru menyadari bahwa pembelajar visual membutuhkan gerakan dan warna untuk mempertahankan perhatian. Oleh karena itu, materi instruksional primer adalah video pendek yang berenergi tinggi. Klip yang dikurasi dari sumber viral (ssstiktok/Snaptik) atau video YouTube Shorts yang dibuat sendiri harus memiliki ritme visual yang cepat, transisi yang sering, dan call-out teks yang menonjol, yang secara langsung menargetkan pusat pemrosesan visual mereka.
Canva berfungsi sebagai Studio Desain dan Kontekstualisasi untuk semua aset statis. Semua materi pendukung (worksheet, cheat sheet, ringkasan) diubah dari teks membosankan menjadi infografis. Guru menggunakan template Canva yang didominasi oleh ikonografi, bagan alir (flowcharts), dan mind maps, meminimalkan teks naratif. Warna dan kontras digunakan secara strategis untuk mengelompokkan informasi dan menyoroti poin kunci.
AI dalam Desain dan Kurasi meningkatkan efisiensi. Guru menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) Generatif (Gemini/ChatGPT) untuk: (1) Meringkas narasi video menjadi 3–5 poin yang sangat padat untuk overlay teks, dan (2) Membuat saran visual yang kreatif (misalnya, prompt AI untuk membuat ilustrasi kustom yang melambangkan konsep abstrak). Guru kemudian mengeksekusi visual ini di Canva.
Penggunaan Video dalam Slide Deck juga dioptimalkan. Ketika guru harus melakukan presentasi, slide deck Canva mereka dirancang sebagai storyboard. Setiap slide hanya berisi satu visual besar (diagram, foto, atau klip video singkat). Teks harus besar, tebal, dan memiliki kontras yang tinggi—mengikuti prinsip low-attention span yang akrab bagi siswa visual.
Asesmen Visual menjadi bagian dari alur kerja. Daripada meminta esai, guru mendesain tugas di Canva yang menuntut siswa membuat mind map, mengisi diagram alir yang kosong, atau membuat thumbnail video yang merangkum poin-poin pembelajaran. Tugas-tugas ini mengukur pemahaman siswa melalui bahasa visual mereka sendiri.
Alur Kerja Flipped Classroom diadaptasi untuk visual. Siswa menonton video pendek (YouTube Shorts) yang dibuat dari Canva sebagai pekerjaan rumah. Waktu kelas tatap muka digunakan untuk aktivitas visual interaktif, seperti menganalisis grafik yang kompleks atau mendesain solusi di papan tulis virtual.
Distribusi dan Aksesibilitas dimaksimalkan. Aset visual (Infografis Canva) dibagikan sebagai gambar JPEG/PNG ringan di platform komunikasi seperti WhatsApp Web (WA Web). Ini memastikan bahwa materi visual berkualitas tinggi dapat diakses secara instan oleh siswa yang memiliki keterbatasan bandwidth.
Kesimpulan
Memaksimalkan sumber daya visual adalah kunci untuk pembelajaran yang inklusif bagi siswa visual. Klip video pendek menyediakan stimulus visual dinamis. Canva (didukung AI) berfungsi sebagai studio desain yang mengubah konsep abstrak menjadi aset visual yang terstruktur dan menarik. Strategi ini menciptakan lingkungan EdTech yang secara sadar memprioritaskan bahasa gambar, meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa visual secara signifikan.