Desain Pengalaman Pengguna (UX) Edukasi
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Desain Pengalaman Pengguna (UX) Edukasi adalah disiplin ilmu yang memastikan bahwa antarmuka dan interaksi alat Teknologi Pendidikan (EdTech) intuitif, menarik, dan maksimal secara pedagogis. UX yang baik berfokus pada efisiensi belajar dan mengurangi hambatan teknologi, secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Prinsip utama UX EdTech adalah meminimalkan beban kognitif (cognitive load) siswa. Desain harus menghilangkan distraksi dan clutter yang tidak perlu, memastikan sumber daya mental siswa sepenuhnya fokus pada konten pembelajaran. Penerapan prinsip kognitif ini mendukung efisiensi sistem.
UX yang baik harus berpusat pada pengguna (User-Centered Design/UCD). Ini berarti EdTech dirancang melalui pengujian intensif dengan siswa dan guru nyata, memastikan solusi yang dikembangkan benar-benar mengatasi kesulitan pedagogis dan alur kerja yang otentik.
UX harus inklusif dan aksesibel. Desainer EdTech harus memastikan semua antarmuka mematuhi standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) dan Universal Design for Learning (UDL), menjamin akses yang setara untuk siswa dengan disabilitas atau tantangan bahasa. Ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
UX harus mengintegrasikan umpan balik yang instan dan konstruktif. Desain harus menyajikan feedback AI secara visual yang jelas dan non-intrusif, yang mengelola frustrasi dan stres siswa, mendorong ketekunan dan growth mindset. Hal ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being.
Desain UX juga harus memperkuat peran guru (SDG 4c). Interface guru harus intuitif, menampilkan data analitik (dari LMS/proxy logs) dalam bentuk dasbor yang mudah diinterpretasikan, memungkinkan guru bertindak sebagai mentor yang didukung data secara efisien.
UX EdTech harus etis, menghindari elemen desain manipulatif atau adiktif. Desainer harus memastikan transparansi data dan meminimalkan pengawasan yang tidak perlu, membangun kepercayaan institusional yang esensial. Hal ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Desain harus mendukung relevansi kurikulum global. UX harus memfasilitasi visualisasi data yang kompleks terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (misalnya, data lingkungan) secara jelas dan menarik di berbagai ukuran perangkat mobile. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
UX yang unggul adalah kunci adopsi dan keberlanjutan produk di pasar. Produk yang mudah digunakan oleh guru dan siswa memiliki Return on Investment (ROI) yang lebih tinggi dan kelangsungan hidup yang lebih panjang. Kualitas produk ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Pada akhirnya, desain UX Edukasi adalah komitmen strategis untuk memastikan bahwa teknologi berfungsi sebagai katalis yang mulus untuk belajar, bukan penghalang yang menumbuhkan frustrasi, yang sangat penting untuk mencapai tujuan global melalui kemitraan yang efektif.