Desain Interaktif: Masa Depan Canva dan Fitur AI dalam Menciptakan Objek Belajar 3D.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 13 Nopember 2025 - Kemampuan untuk memvisualisasikan data dan konsep secara tiga dimensi (3D) adalah batas baru dalam Teknologi Pendidikan (EdTech), terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman spasial yang kompleks seperti Biologi, Kimia, atau Teknik. Namun, kreasi objek 3D secara tradisional terhalang oleh kebutuhan akan software pemodelan yang mahal dan keahlian teknis yang sulit dikuasai guru. Masa depan desain interaktif di Canva adalah memecahkan hambatan ini, menjadikan kreasi objek 3D sebagai proses yang instan dan didukung AI.
Visi ini melihat Canva sebagai platform yang mampu mengintegrasikan fungsionalitas desain 3D ke dalam antarmuka drag-and-drop yang familiar. Guru tidak perlu belajar Blender atau Maya. Sebaliknya, mereka dapat memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) Generatif untuk mengotomatisasi proses pemodelan yang rumit. Ini secara langsung mengatasi bottleneck teknis yang menghambat adopsi teknologi imersif di kelas.
Inti dari inovasi ini adalah fitur Text-to-3D. Guru akan dapat mengetik prompt sederhana ("model molekul DNA yang dapat dipisah" atau "ilustrasi mesin uap yang bekerja") dan AI akan secara instan menghasilkan objek 3D yang dapat diimpor ke slide presentasi. AI berfungsi sebagai pemodel 3D virtual yang menciptakan aset visual yang sangat spesifik dan custom sesuai kebutuhan kurikulum guru.
Objek 3D yang dihasilkan ini bukanlah gambar statis. Mereka adalah Objek Belajar Interaktif yang dapat dimanipulasi di dalam slide deck Canva. Siswa dapat menggunakan mouse atau layar sentuh untuk memutar model molekul, meledakkan (explode) model mesin untuk melihat komponen internalnya, atau menyisipkan anotasi langsung pada objek 3D. Fungsionalitas interaktif ini mengubah slide pasif menjadi lingkungan eksplorasi aktif.
Penerapan ini memiliki dampak besar pada Pembelajaran STEM. Siswa dapat secara visual membedah jantung manusia, merakit sirkuit listrik virtual, atau memahami interaksi atom di dalam molekul. Ini secara signifikan meningkatkan pemahaman spasial dan mengurangi beban kognitif yang terkait dengan menginterpretasikan representasi 2D dari konsep 3D.
Canva juga akan menjadi Pusat Kreasi Aset AR/VR. Objek 3D yang dibuat oleh AI di Canva tidak hanya terbatas pada presentasi. Objek tersebut dapat diekspor dalam format yang kompatibel dengan Augmented Reality (AR). Siswa dapat menggunakan ponsel mereka untuk memproyeksikan model mesin buatan AI tersebut ke meja kelas, menciptakan pengalaman belajar yang situated dan imersif.
Efisiensi dalam Produksi meningkat secara radikal. Guru dapat membuat satu slide deck presentasi yang berisi $10$ model 3D unik dalam waktu yang sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mencari $10$ gambar stock yang memadai. Ini adalah demokratisasi kreasi konten 3D, menjadikannya terjangkau bagi semua guru. .
Namun, Integritas Ilmiah tetap menjadi tanggung jawab manusia. Meskipun AI membuat model, guru memiliki peran penting dalam memverifikasi keakuratan ilmiah model 3D tersebut. Guru harus menguji apakah representasi visual AI benar secara anatomis atau matematis sebelum digunakan sebagai materi ajar.
Kesimpulan
Masa depan desain interaktif di Canva terletak pada generasi objek 3D yang didukung AI. AI berfungsi sebagai pemodel virtual yang menghilangkan kompleksitas teknis pemodelan 3D, memungkinkan guru membuat aset yang highly engaging dan spatially accurate. Sinergi ini mentransformasi Canva menjadi platform kreasi materi ajar yang dapat menghasilkan pengalaman visual imersif dalam hitungan menit.