Desain Canva dengan Teks Terjemahan: Panduan Guru Memanfaatkan Google Translate untuk Judul dan Keterangan Visual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 7 Nopember 2025 - Desain visual yang efektif dalam Teknologi Pendidikan (EdTech) seringkali membutuhkan teks multibahasa untuk aksesibilitas, terutama pada infografis atau slide deck. Canva adalah alat desain visual, tetapi ia bukanlah penerjemah. Google Translate (GT) adalah alat terjemahan yang andal, dan guru harus menguasai alur kerja yang menggabungkan GT dengan alat desain Canva untuk membuat materi ajar visual multibahasa secara cepat.
1. Peran Google Translate: Penyedia Teks Sumber Terjemahan
GT berfungsi untuk menghasilkan semua elemen tekstual Infografis atau slide deck dalam bahasa target yang diinginkan (misalnya, Spanyol, Mandarin, atau bahasa daerah).
Terjemahan Judul & Headline: Teks singkat (seperti judul, call-to-action, atau headline utama) adalah input yang ideal untuk GT, karena kalimat yang pendek cenderung memiliki akurasi terjemahan yang sangat tinggi.
Terjemahan Keterangan Visual (Captions): GT digunakan untuk menerjemahkan teks keterangan (misalnya, di bawah diagram atau grafik) yang menjelaskan data.
Verifikasi Cepat: Karena elemen teks Infografis harus ringkas dan bebas jargon, guru dapat melakukan verifikasi cepat pada terjemahan GT untuk memastikan kejelasan.
2. Alur Kerja Desain Multibahasa di Canva
Guru menggunakan strategi duplikasi Canva untuk membuat versi bahasa yang berbeda dengan waktu minimal.
Desain Basis (Teks Sumber): Guru menyelesaikan desain visual Infografis atau slide deck di Canva menggunakan bahasa sumber (misalnya, Bahasa Indonesia). Semua elemen desain (ikon, grafik, tata letak) sudah final.
Ekstraksi Teks: Semua teks Infografis (judul, poin-poin, keterangan) diekstrak (disalin) dan dikumpulkan di Google Docs.
Terjemahan Massal (GT): Teks dari Google Docs diterjemahkan secara keseluruhan (misalnya, ke Bahasa Spanyol) menggunakan Google Translate.
Duplikasi dan Penggantian Teks:
Guru menduplikasi desain Infografis Versi Indonesia di Canva.
Guru membuka desain duplikat tersebut.
Guru hanya melakukan copy-paste teks terjemahan GT ke dalam placeholder Infografis Versi Spanyol.
Penyesuaian Font: Karena beberapa bahasa (misalnya, Mandarin, Arab) memerlukan font yang berbeda, guru menyesuaikan jenis font di Canva agar sesuai dengan sistem penulisan bahasa target, menjaga konsistensi visual.
3. Implementasi dan Efisiensi EdTech
Penghematan Waktu: Alur kerja ini menghilangkan waktu yang terbuang untuk mendesain ulang visual. Waktu dihabiskan untuk desain sekali (versi sumber), dan terjemahan/penggantian teks dilakukan secara massal.
Aksesibilitas Tinggi: Infografis multibahasa yang dihasilkan (misalnya, dalam format PDF atau JPEG) dapat didistribusikan melalui platform apa pun (WA Web, LMS) untuk menjangkau siswa dari berbagai latar belakang linguistik.
Konsistensi Visual: Semua versi bahasa Infografis terlihat identik secara visual, yang memperkuat branding dan kredibilitas materi ajar.
Kesimpulan
Memanfaatkan Google Translate dengan Canva adalah solusi yang sangat efisien untuk menciptakan materi ajar visual multibahasa. Guru menggunakan Canva sebagai studio desain tunggal untuk menetapkan konsistensi visual, sementara Google Translate digunakan sebagai mesin penerjemah massal untuk mengubah teks menjadi berbagai bahasa. Strategi duplikasi ini memungkinkan sekolah untuk menyediakan materi yang aksesibel secara linguistik tanpa membuang waktu untuk pekerjaan desain yang berulang.