Debugging Kode: AI ChatGPT sebagai Mentor Pemrograman yang Membantu Siswa Memperbaiki Kesalahan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 16 Nopember 2025 - Debugging kode yang dibantu oleh AI ChatGPT merevolusi cara siswa belajar pemrograman dengan menyediakan mentor instan yang dapat mengidentifikasi, menjelaskan, dan menyarankan perbaikan untuk kesalahan dalam kode. Ketersediaan dukungan 24/7 ini menghilangkan frustrasi yang sering terjadi pada pemula, memastikan proses pembelajaran yang lebih lancar dan berkelanjutan. Dukungan teknis yang selalu ada ini secara langsung meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Kemampuan ChatGPT untuk menganalisis kode dalam berbagai bahasa pemrograman dan memberikan penjelasan rinci tentang mengapa suatu kesalahan terjadi, bukan hanya di mana, sangat berharga. AI dapat memecah konsep pemrograman yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami, membantu siswa mengembangkan pemahaman konseptual yang lebih dalam. Peningkatan kualitas instruksi dan pemahaman ini mendukung SDG 4.4, yaitu secara substansial meningkatkan jumlah orang yang memiliki keterampilan teknis dan kejuruan.
Dengan adanya bantuan debugging instan, siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda, yang mungkin tidak mampu menyewa tutor privat, kini memiliki akses setara ke bimbingan pemrograman berkualitas tinggi. ChatGPT berfungsi sebagai co-pilot yang mendemokratisasi akses terhadap bantuan ahli dalam bidang STEM. Ini adalah langkah penting dalam mengurangi ketidaksetaraan dalam akses terhadap pendidikan dan pelatihan teknis, mendukung tujuan SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
AI dapat digunakan untuk membantu siswa men-debug kode yang ditujukan untuk proyek-proyek yang berorientasi pada keberlanjutan. Misalnya, proyek pengumpulan dan analisis data lingkungan (SDG 13) atau aplikasi untuk memantau konsumsi energi (SDG 7). Dengan memfasilitasi keberhasilan proyek-proyek bertema SDGs, teknologi ini secara efektif memperkuat SDG 4.7, yaitu integrasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan kewarganegaraan global.
Siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk mengajukan pertanyaan berulang tentang sintaksis atau logika pemrograman tanpa merasa canggung atau takut dihakimi. Lingkungan belajar bebas tekanan ini mendorong eksperimen dan iterasi yang lebih sering, yang merupakan kunci untuk menguasai keterampilan coding. Peningkatan motivasi dan frekuensi praktik ini adalah kunci untuk hasil belajar yang lebih baik.
Adopsi ChatGPT sebagai alat debugging mendorong guru untuk beralih dari peran penyedia jawaban menjadi fasilitator dan perancang masalah yang lebih kompleks. Guru dapat merancang tantangan pemrograman yang lebih rumit, mengetahui bahwa AI dapat menangani sebagian besar pertanyaan debugging sintaksis dasar. Peningkatan peran profesional guru ini selaras dengan tujuan SDG 4c, yaitu peningkatan jumlah guru berkualitas.
Melalui bantuan debugging AI, siswa memperoleh keterampilan pemecahan masalah (troubleshooting) yang sangat dicari di industri teknologi. Keterampilan ini, bersama dengan kemampuan coding, sangat penting untuk inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan menghasilkan lulusan yang lebih terampil secara teknis, AI mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penggunaan AI dalam pelatihan coding mencerminkan inovasi teknologi yang lebih luas dalam pendidikan. Implementasi alat AI dalam kurikulum pemrograman adalah contoh modernisasi sistem pendidikan. Inisiatif teknologi ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan publik.
Penting bagi guru untuk menekankan bahwa ChatGPT harus digunakan sebagai alat bantu untuk belajar, bukan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan jawaban. Siswa harus diajarkan untuk menganalisis dan memahami solusi yang diberikan AI, bukan hanya menyalinnya. Pengajaran etika dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh, yaitu membangun literasi digital dan akuntabilitas.
Secara keseluruhan, integrasi ChatGPT sebagai mentor debugging menciptakan lingkungan belajar pemrograman yang adaptif, inklusif, dan sangat efisien. Dengan memberdayakan siswa untuk mengatasi hambatan teknis secara mandiri, AI mempercepat pengembangan tenaga kerja digital masa depan yang sangat dibutuhkan. Inovasi pendidikan ini adalah fondasi yang penting untuk mencapai semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).