ChatGPT dan Prompt Gambar: Integrasi Teks ChatGPT dengan Alat Desain AI untuk Materi Visual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 16 Nopember 2025 - Integrasi teks ChatGPT dengan alat desain AI (Image Generation) menciptakan sinergi kreatif yang mengubah cara guru menghasilkan materi visual untuk kelas. Guru dapat menggunakan ChatGPT untuk menyusun prompt deskriptif yang kompleks, kaya detail, dan spesifik, yang kemudian diterjemahkan oleh AI generatif (seperti DALL-E atau Midjourney) menjadi gambar, diagram, atau ilustrasi yang relevan. Akselerasi pembuatan materi visual ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas dan daya tarik konten ajar.
Sinergi ini memungkinkan guru untuk memvisualisasikan konsep abstrak yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Misalnya, membuat ilustrasi tentang Deep Learning atau model ekonomi sirkular. AI dapat menghasilkan visual yang disesuaikan dengan kurikulum tertentu, meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa.
Integrasi ini sangat efektif untuk mengaitkan materi pelajaran dengan isu-isu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara visual. Guru dapat meminta AI untuk membuat gambar yang mengilustrasikan dampak kenaikan permukaan air laut di negara kepulauan (SDG 13) atau visual yang menunjukkan kesetaraan gender di tempat kerja masa depan (SDG 5). Visualisasi yang kuat ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Penggunaan AI untuk membuat prompt gambar secara langsung melatih guru dan siswa dalam keterampilan komunikasi visual dan ketepatan deskriptif. Mereka harus belajar bagaimana menerjemahkan ide-ide kompleks menjadi perintah tekstual yang efektif, yang merupakan keterampilan literasi digital canggih. Penguatan keterampilan ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Bagi sekolah dengan anggaran terbatas atau tanpa desainer grafis profesional, integrasi ini mendemokratisasikan akses ke konten visual berkualitas tinggi. Guru mana pun kini dapat membuat ilustrasi, diagram, atau peta yang sangat spesifik, menyamakan kualitas materi ajar di berbagai institusi. Pemerataan sumber daya ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Guru dapat menggunakan AI untuk membuat visualisasi data ilmiah yang kompleks menjadi grafik yang lebih mudah dicerna. Misalnya, menghasilkan diagram yang menunjukkan tren konsumsi energi terbarukan (SDG 7) di berbagai negara. Peningkatan alat bantu visualisasi ini mendukung pembelajaran STEM.
Integrasi ini adalah inovasi infrastruktur di bidang EdTech. Kemampuan untuk menggabungkan dua model AI (teks generatif dan gambar generatif) secara mulus menunjukkan modernisasi alat pengajaran. Pemanfaatan inovasi ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Meskipun efisien, guru harus mengajarkan etika penggunaan gambar yang dihasilkan AI, termasuk isu hak cipta dan bias visual. Guru perlu memastikan bahwa gambar yang dihasilkan AI tidak memperkuat stereotip. Pengajaran etika visual ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Siswa dapat menggunakan kolaborasi Teks-Gambar AI ini untuk proyek penelitian mereka, meminta AI memvisualisasikan data atau hipotesis mereka, yang memperkaya presentasi mereka dan mendukung kolaborasi kreatif.
Pada akhirnya, integrasi ChatGPT dengan alat desain visual menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis dan visual. Dengan memberdayakan guru untuk menciptakan materi yang sangat spesifik dan relevan, teknologi ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pendidikan yang lebih menarik dan efektif.