AI dalam Perencanaan Kurikulum: ChatGPT Menyusun Garis Besar, Canva Membuat Peta Kurikulum Visual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Perencanaan kurikulum adalah salah satu tugas guru yang paling kompleks dan memakan waktu, seringkali melibatkan sinkronisasi tujuan pembelajaran, standar negara, dan alur logistik. Kecerdasan Buatan (AI) merevolusi proses ini dengan mengintegrasikan ChatGPT (sebagai penulis dan arsitek struktur) dan Canva (sebagai desainer visual), memungkinkan guru untuk membuat garis besar dan Peta Kurikulum (Curriculum Map) yang komprehensif dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.
Strategi ini dimulai dengan Otomatisasi Penyusunan Garis Besar (Outline) Kurikulum menggunakan ChatGPT. Guru tidak perlu menulis modul dan tujuan pembelajaran dari awal. Guru memberi prompt yang terstruktur: "Saya perlu kurikulum semester ganjil untuk [Mata Pelajaran]. Buatkan garis besar 16 minggu, bagi menjadi 4 modul, tentukan tujuan pembelajaran (LO) utama untuk setiap minggu, dan berikan saran aktivitas asesmen formatif yang singkat."
ChatGPT berfungsi sebagai Asisten Kurikulum yang secara instan menghasilkan draf silabus yang logis dan terstruktur, sesuai dengan prinsip desain instruksional. AI memastikan alur topik konsisten dan tujuan pembelajaran (LO) menggunakan taksonomi kognitif yang tepat (misalnya, Taksonomi Bloom). Ini menghilangkan jam-jam drafting manual guru.
Langkah penting selanjutnya adalah Verifikasi dan Kontekstualisasi. Guru mengambil draf silabus dari ChatGPT dan memverifikasinya terhadap standar negara atau pedoman sekolah. Guru dapat menggunakan AI (Gemini) untuk memverifikasi data dan memastikan silabus memuat topik real-time yang relevan, kemudian menambahkan sentuhan manusiawi dan konteks lokal (misalnya, studi kasus daerah).
Canva kemudian menjadi Studio Visualisasi Kurikulum. Garis besar (outline) berbasis teks yang dibuat oleh ChatGPT harus diubah menjadi Peta Kurikulum (Curriculum Map) visual yang mudah dipahami oleh guru lain, siswa, dan orang tua. Guru mengimpor data struktur tersebut ke Canva.
Pembuatan Peta Kurikulum Visual yang efisien dilakukan di Canva. Guru menggunakan template flowchart atau timeline di Canva. Peta visual ini menunjukkan alur logis antar modul, menyoroti milestones utama, dan menunjukkan bagaimana asesmen (yang didefinisikan ChatGPT) terintegrasi ke dalam pembelajaran. Visualisasi ini membuat tracking kemajuan menjadi lebih mudah.
Desain Aset Komunikasi Internal juga dibantu oleh Canva. Selain Curriculum Map utama, guru dapat membuat handout visual yang sederhana untuk siswa, meringkas Modul Mingguan (dari ChatGPT) menjadi infografis 1 halaman yang menarik, yang konsisten dengan Brand Kit sekolah.
Konsistensi Visual dan Keterbacaan dijamin. Guru menggunakan Brand Kit Canva untuk memastikan font, warna, dan tata letak Peta Kurikulum profesional, yang sangat penting untuk dokumen formal. Desain yang bersih memastikan Peta Kurikulum tersebut dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
Distribusi dan Kolaborasi difasilitasi oleh teknologi. Peta Kurikulum (PDF/Gambar dari Canva) dapat dibagikan kepada rekan kerja atau administrator melalui email (Gmail) atau cloud storage. Guru dapat mengundang rekan kerja ke Canva untuk kolaborasi real-time pada desain map tersebut.
Kesimpulan
AI telah mengubah perencanaan kurikulum dari proses yang memakan waktu menjadi proses yang efisien dan visual. ChatGPT berfungsi sebagai arsitek struktur dan penulis draf kurikulum. Canva berfungsi sebagai studio visualisasi yang mengubah garis besar teks menjadi Peta Kurikulum yang intuitif dan profesional. Sinergi ini membebaskan guru dari pekerjaan administratif, memungkinkan mereka untuk fokus pada kualitas pedagogis materi yang akan diajarkan.